Aplikasi operasional bukan seperti landing page. User‑nya sibuk, input harus cepat, dan error harus jelas. Di sini kita fokus pada UX lapangan + performa agar UI tetap stabil meski data besar.
1) UX cepat untuk tim operasional
Prinsip utama:
- Flow singkat (maks 2–3 langkah)
- Tombol besar (target minimal 44px)
- Feedback jelas (loading, success, error)
Komponen yang paling sering dipakai: list aktivitas, filter status, dan action cepat.
2) Virtualized list untuk data besar
List panjang harus tetap smooth. Virtualization membuat DOM tetap kecil.
Virtualized List
Hanya render item yang terlihat untuk menjaga performa.
Offset: 0 · Total: 120
Intinya: render hanya item yang terlihat, bukan semua data.
3) Filter + Search yang nyaman
Operator butuh menemukan data dalam beberapa detik. Search + filter harus ringan dan konsisten.
Filter + Search
Kombinasikan pencarian dan filter status agar operator cepat menemukan data.
Tips:
- Gunakan debounce untuk search input.
- Simpan filter di URL agar shareable.
4) Optimistic update untuk UX cepat
Ketika user tap “Approve”, UI sebaiknya berubah seketika. Backend menyusul.
Optimistic Update
UI berubah dulu, backend menyusul. Jika gagal, rollback.
Approve asset request
Pending
Confirm delivery
Pending
Jika gagal, lakukan rollback dan beri notifikasi.
5) Loading + Empty state yang jelas
Jangan biarkan user bingung saat data belum ada.
Loading + Empty State
Feedback jelas saat data belum tersedia.
Standar minimal:
- Loading: gunakan skeleton atau text jelas
- Empty: beri CTA agar user tahu langkah berikutnya
6) Checklist produksi
- [x] List tetap smooth dengan data besar
- [x] Filter/search cepat dan konsisten
- [x] Optimistic update di action utama
- [x] Loading & empty state jelas
- [x] Error message ringkas dan actionable
Kesimpulan
React.js sangat cocok untuk aplikasi operasional asal fokus pada performa dan kejelasan UX. Dengan pola list yang efisien, feedback yang jelas, dan action cepat, sistem akan terasa stabil dan dipercaya tim lapangan.