← Back to Blog

Article

Algoritma Search: Visual Guide untuk Linear, Binary, dan Trade-off Nyata

Panduan praktis memahami algoritma search melalui visual interaktif: kapan pakai linear search, kapan binary search, dan bagaimana dampaknya ke UX.

2023-05-18·1 min read
AlgorithmsPerformanceUXJavaScript

Algoritma search itu seperti kita mencari sesuatu di rak. Ada dua cara paling umum: cari satu‑satu atau bagi dua. Di sini kita pakai bahasa sederhana supaya mudah dipahami siapa pun.

1) Linear search: cari satu‑satu

Bayangkan kamu punya 24 kartu angka. Linear search itu membuka kartu dari awal sampai ketemu. Sangat mudah, tapi bisa lama kalau kartunya banyak.

Kelebihan:

  • Implementasi paling simpel
  • Tidak butuh data terurut

Kekurangan:

  • Waktu pencarian meningkat seiring ukuran data

2) Binary search: bagi dua

Binary search itu seperti tebakan di tengah. Kamu lihat kartu tengah, lalu buang setengah yang salah. Syaratnya: kartu harus rapi/urut.

Kelebihan:

  • Sangat cepat untuk data besar
  • Step jauh lebih sedikit

Kekurangan:

  • Butuh data terurut
  • Lebih kompleks untuk implementasi tertentu

3) Coba langsung: demo interaktif

Gunakan demo ini untuk melihat perbedaan step linear vs binary.

Bayangkan kita cari angka dengan membuka kartu satu per satu dari kiri ke kanan.

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Tekan Run untuk mulai.

Ringkas: Cek satu per satu sampai ketemu.

Catatan: data di demo sudah urut, jadi binary search bisa dipakai.

4) Dampak ke UX dan performa

Di aplikasi nyata:

  • List kecil → linear search cukup dan simple
  • Data besar → binary search (atau indexing) lebih cepat
  • Search real‑time → gunakan debounce + struktur data efisien

5) Ringkasnya

  • Linear search = sederhana, cocok untuk data kecil
  • Binary search = cepat, butuh data terurut
  • Pilih sesuai ukuran data dan kebutuhan UX

Jika kamu ingin sistem yang responsif, mulai dari struktur data. Algoritma yang tepat akan terasa langsung di pengalaman user.